Jelas bahwa fumayin telah ada selama periode waktu yang panjang. Bahkan bisa menjadi salah satu tanaman yang pertama dibudidayakan. Fumayin digunakan untuk membuat kertas, pakaian, tali dan minyak untuk lampu.

Galen pada abad kedua mencatat bahwa bibit fumayin atau hemp seeds ada yang digoreng dan dimakan sebagai makanan penutup. Pada tahun 1950, para wanita dari Suku Soho di Afrika Selatan meberikan fumayin untuk anak-anak ketika mereka disapih. 



Hidangan ini disebut meali-smear. Di India, fumayin ditekan untuk memasok minyak meja, dan di Rusia, fumayin dibuat menjadi semacam margarin atau mentega.

Di Eropa, para bhikkhu pernah dibuatkan menu makanan dari fumayin setiap hari, baik dalam betuk bubur ataupun sup. Orang-orang Lithuania dan orang Polandia juga suka menyantap sup fumayin yang disebut semieniatka. Hal yang hampir sama juga dilakukan orang-orang Latvia dan Ukraina. 

Di Cina, para petani di utara mengkonsumsi biji fumayin. Biji fumayin juga tercatat sebagai makanan selama terjadinya kelaparan pada akhir Perang Dunia II. Hal itu sama juga yang terjadi selama masa petaka kelaparan di Australia pada abad ke-19.  

(Dari berbagai sumber)

Tentang Fumayin

 
Top